JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejak awal tahun pergerakan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) memang menunjukkan tren pelemahan, dan tren ini diprediksi terus berlanjut. 

Menurut Danareksa Sekuritas, sepanjang kuartal I tahun ini, harga minyak sawit mentah sudah terkoreksi 3,85% dibandingkan akhir tahun lalu. Diperkirakan koreksi harga ini akan berlanjut hingga akhir tahun.

"Hingga pengujung tahun nanti harganya masih bergerak datar dan cenderung melemah. Harga rata-rata CPO tahun ini akan berada di level RM 2.700 per ton, sedikit terkoreksi dari rata-rata tahun ini sebesar RM 2.800 per ton," kata analis Danareksa Sekuritas, Yudha Gautama, di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Tahun ini, kata Yudha, masih cukup banyak sentimen negatif yang membalut nasib emiten di sektor perkebunan. Selain tren pelemahan harga, pasokan yang berlimpah dan kenaikan pajak impor di India masih tetap membebani. 

"Satu-satunya yang bisa menyelamatkan hanya tinggal tingkat permintaan. Selama tingkat konsumsi terus tumbuh dan kebutuhan dari industri makanan dan produk sehari-hari juga mengikuti, maka permintaan minyak sawit mentah masih cukup tinggi," papar dia. 

--page

Selama ini, CPO banyak digunakan untuk sebagai bahan baku minyak goreng, mentega dan sabun. Belakangan juga mulai dikembangkan sebagai salah satu komponen bahan baku bahan bakar biodisel. 

"Harusnya permintaan bisa lebih tinggi," ujar Yudha. (NEDELYA RAMADHANI/m)