BORNEONEWS, Kasongan - Warga transmigran juga mengikuti langkah membudidayakan perkebunan kelapa sawit. Bahkan sebagian warga di sana, sudah menukmati hasilnya.
Selain di Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Hiyang Bana Kecamatan Tasik Payawan, warga UPT Buntut Bali Kecamatan Pulau Malan juga mulai menanam kelapa sawit.
"Sudah setahun terakhir kelapa sawit di pekarangan rumah bisa dipanen," kata Tono, warga UPT Hiyang Bana, Senin (16/4/2018).
Selain di pekarangan seluas seperempat hektare, Tono juga menanam kelapa sawit di lahan usaha (LU) satu seluas tiga perempat hektare.
"Kalau yang di lahan usaha masih buah pasir, belum bisa dipanen," imbuhnya.
--page
Sementara menurut Sabar, warga UPT Buntut Bali Kecamatan Pulau Malan, sudah tiga tahun terakhir dapat menikmati hasil sawit itu.
"Lumayan lah harganya Rp 1.200 per kilo. Enak menjualnya dan mudah, pengepul langsung datang ke kebun," kata Sabar.
Namun Sabar dan warga transmigran lain di UPT Buntut Bali ini mengaku kesulitan untuk memperluas tanaman kelapa sawitnya. Karena, lahan usaha (LU) dua tak kunjung dibagikan. (ABDUL GOFUR/B-11)








