BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada perdagangan akhir pekan lalu menjadi hari kelima di area negatif dan sebagai penutupan harga CPO terendah sepanjang pekan lalu di level RM2.401.
"Pelemahan sepanjang pekan lalu itu terutama dipicu oleh keputusan otoritas Bursa Malaysia yang melanjutkan pengenaan pajak ekspor kembali dan ekspektasi melambatnya pertumbuhan permintaan CPO," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya di Jakarta, awal pekan ini.
Malaysia menetapkan mulai kembali menerapkan pajak ekspor CPO pada Mei di kisaran lima persen setelah selama empat bulan berjalan menangguhkan pengenaan pajak tersebut.
"Sentimen negatif ini tampaknya hanya terbatas waktu, sampai pada akhir bulan April menjadi tenggat waktu terakhir penangguhan pajak tersebut. Dengan demikian, ekspektasi tingkat permintaan CPO dapat terjadi pada periode ini, dan berpotensi memulihkan harga komoditas ini," sebut Arie.
Untuk perdagangan sesi pertama Senin ini, menurut dia, harga CPO sedang bergerak pada level RM2.404.
--page
Pada perdagangan awal pekan ini terdapat potensi penguatan harga dengan perlu adanya konfirmasi penembusan pada level resistance di kisaran RM2.450 (resistance 3), RM2.425 (resistance 2) dan RM2.410(resistance 1).
"Selain itu juga terbuka ada potensi pelemahan dengan acuan support di kisaran harga RM2.386 (support 1), RM2.380 (support 2), dan RM2.373 (support 3)," tandasnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)








