JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Di tengah tren pelemahan dalam sepekan ini, harga minyak sawit mentah (CPO) diestimasi bergairah berkat tingginya permintaan global.

Beberapa analis mengaku optimistis harga CPO akan naik hingga melampaui level RM2.600 per ton pada medio 2018 dari posisi saat ini RM2.400 per ton.

“Permintaan global atas minyak sawit diperkirakan meningkat seiring dengan menurunnya pasokan kedelai,” kata analis MIDF Amanah Investment Bank, Alan Lim Seong Chun.

Menurut Oil World, cuaca kering di Argentina telah mengurangi pasokan kedelai 32 persen menjadi 37 juta ton untuk musim saat ini.

Tahun ini, Departemen Pertanian AS memprediksi area tanam kedelai di Amerika berkurang 1 persen menjadi 36 juta hektare.

--page

“Hal ini menyebabkan harga kedelai menguat dalam beberapa bulan terakhir, tapi kondisi itu tak mendongkrak harga minyak kedelai seiring cadangan minyak kedelai yang dinilai mencukupi permintaan global,” ujar Lim, seperti dilansir New Straits Times, Selasa (17/4/2018).

Lim menambahkan bahwa faktor pendukung lain bagi penguatan harga CPO adalah tingginya permintaan global sebagai persiapan Ramadan dan Idul Fitri.

“Pada medio 2018, harga minyak sawit diperkirakan akan melampaui RM2.600 per ton dari harga rata-rata saat ini di RM2.400,” katanya.

Sementara itu, analis RHB Investment Bank, Vincent Loo, memperkirakan harga rata-rata CPO di kisaran RM2.550 per ton karena meningkatnya penggunaan biodiesel secara global. (NEDELYA RAMADHANI/m)