BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Mengawali perdagangan pekan ini, harga minyak sawit (CPO) masih dalam sentimen negatif, dengan ditutup di level RM2.369 per ton.
"Secara teknis dengan telah banyak menembus level support (dapat dilihat pada analisa teknikal hari-hari sebelumnya), sehingga mencatatkan harga CPO pada level terendah dalam kurun waktu satu bulan," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya di Jakarta, Selasa (17/4/2018).
Menurut Arie, selain masih dalam sentimen negatif pelaku pasar terkait perpanjangan penangguhan pengenaan pajak oleh otoritas Malaysia, melambatnya pertumbuhan permintaan CPO juga menjadi faktor yang menggerus harga komoditas tersebut.
Arie menjelaskan sentimen pelaku pasar tampaknya mengharapkan otoritas dapat mengurangi jumlah ekspor saat ini guna menopang kembali harga pada kisaran yang “menarik”. Di sisi lain, jika dilihat dari sisi analisa teknikal, tanpa dukungan fundamental yang baik, terlihat tren penurunan harga ini belum akan rebound, sehingga masih berpotensi untuk melanjutkan pelemahan.
"Pada perdagangan Selasa ini pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.358. Harga yang tertera saat ini mendekati kisaran harga rendah yang pernah tercatat menjelang akhir Maret lalu," ucapnya.
--page
Adapun potensi pelemahan lanjutan untuk harga CPO dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga RM2.330 (support 1), RM2.305 (support 2), dan RM2.277 (support 3).
Sedangkan untuk potensi penguatan perlu konfirmasi penembusan pada level resistance di kisaran RM2.375 (resistance 1), RM2.392 (resistance 2, dan RM2.410 (resistance 3). (NEDELYA RAMADHANI/m)








