BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada perdagangan Kamis (19/4/2018) harga CPO ditutup turun tipis dibandingkan satu hari perdagangan sebelumnya di LEVEL RM2.407, dengan histori perdagangan terjadi rentang harga rendah (Low) di RM2.395 dan juga membuat harga tinggi (High) pada RM2.423.
"CPO mengalami pelemahan selain karena secara teknikal masih dalam tren penurunan, komoditi ini tertekan oleh perkiraan pertumbuhan permintaan yang melambat menjelang rilis data oleh surveyor kargo pada Jumat ini, kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya akhir pekan ini.
Dukungan secara fundamental pada hari ini adalah adanya rilis data ekspor CPO oleh Surveyor kargo AmSpec dengan data ekspor CPO, juga oleh Cargo surveyor SGS yang merilis data ekspor CPO periode 1 - 20 April.
Menurut Arie, sentimen pelaku pasar dapat terbentuk sesuai dengan data yang dirilis tersebut dengan skenario jika saja data mengatakan peningkatan pada permintaan CPO, maka dapat terjadi sentimen positif dan akan berpotensi menopang pergerakan harga CPO.
"Sebaliknya, jika data yang tersaji ternyata benar adanya berdasarkan ekspektasi terjadi perlambatan permintaan CPO, maka pada umumnya harga akan tergerus dan berpeluang kembali berada di bawah RM2.400 saat penutupan hari perdagangan," ucapnya.
--page
Perdagangan Jumat ini, pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.396.
"Potensi penguatan perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.448 (resistance 3), RM2.428 (resistance 2) dan RM2.410 (resistance 1)," kata Arie.
Sedangkan potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan Support di kisaran harga RM2.389 (support 1), RM2.374 (support 2), dan RM2.258 (support 3). (NEDELYA RAMADHANI/m)








