BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada perdagangan akhir pekan lalu, harga CPO ditutup menguat di harga RM2.414.
"Histori perdagangan terjadi rentang harga rendah (Low) di RM2.394 dan juga membuat harga tinggi (High) dengan menyentuh harga di RM2.421," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya, Senin (23/4/2018).
Menurut Arie, faktor penopang kenaikan harga CPO pada akhir pekan lalu lebih karena adanya kenaikan harga pada komoditas minyak mentah dunia yang memberikan dukungan terhadap harga CPO. Pada pekan kemarin minyak mentah dunia mendekati harga $70 per barrel dan hal ini turut mempengaruhi harga CPO.
"Faktor lain yang menggerakkan CPO pada penutupan pekan kemarin dengan pelaku pasar merespons rilis data ekspor oleh perusahaan inspeksi AmSpec Agri Malaysia dengan adanya kenaikan sebesar 2 persen pada periode bulan April per tanggal 1 hingga 20 April yang dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan sebelumnya," ujarnya.
Adapun pada perdagangan Senin ini, saat tulisan pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.406.
--page
"Potensi penguatan perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.448 (resistance 3), RM2.428 (resistance 2), dan RM2.410 (resistance 1)," katanya.
Untuk potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan Support di kisaran harga RM2.389 (support 1), RM2.374 (support 2), dan RM2.258 (support 3). (NEDELYA RAMADHANI/m)








