BORNEONEWS, Sampit - Seorang pelajar SMP Negeri harus terbaring di puskesmas setempat setelah menerima tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oknum gurunya berinisial BD.
Saat ditemui di Puskesmas Danau Sembuluh, Kecamatan Telaga Pulang, Kabupaten Seruyan, tante korban menerangkan, kejadian itu terjadi pada pagi hari saat aktivitas belajar mengajar berlangsung.
Awalnya, korban duduk bersama rekannya dan salah seorang tenaga pengajar di sekolah tersebut. Namun tidak berapa lama, BD datang dengan marah-marah sambil menyebut jika korban mencuri timun di lingkungan sekolah.
"Keponakan saya ini dituduh mencuri timun. Padahal dia duduk bersama seorang guru di sekolah itu," ucapnya, Kamis (3/5/2018).
Merasa tidak melakukannya, korban pun membantah tuduhan tersebut. Seketika, BD langsung menampar korban di bagian wajah, dengan tujuan agar korban mengakui tuduhan tersebut. Namun korban bersikeras tidak melakukannya.
--page
Merasa jengkel, BD kembali menyerang korban dengan menendang bagian tubuh korban, dan tepat mengenai bagian pinggang perut sebelah kiri. Korban tidak sadarkan diri langsung dilarikan ke puskesmas.
"Yang parah itu di bagian pinggang. Bekas ditendang guru. Seharusnya tindakan seperti ini tidak dilakukan oleh seorang tenaga pengajar," tutur Sofiah kecewa.
Peristiwa ini pun dilaporkan ke Polsek Danau Sembuluh dan Pemerintah Kecamatan Telaga Pulang untuk ditindaklanjuti. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-11)








