BORNEONEWS, Palangka Raya – Ada ratusan perusahaan di Kalteng, baik sektor perkebunan maupun pertambangan. Sayang, tidak ada yang menyimpan uang kasnya di Bank Kalteng.
Padahal sejak tahun lalu, sejak tahun pertama memimpin, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengimbau para pengusaha agar menyimpan uangnya di Bank Kalteng minimal Rp100 miliar sebagai bentuk dukungan membantuk Pemprov Kalteng.
Namun ternyata, persoalan jaminan penyimpanan yang menjadi keluhan pegusaha sehingga mereka enggan meletakkan uangnya di produk layanan Bank Kalteng baik deposito maupun lainnya. Gubernur Sugianto menandaskan, hal ini PR bagi Direksi baru.
“Bagaimana menciptakan rasa aman simpan uang di Bank Kalteng. Itu yang dibutuhkan mereka, ada jaminannya gak,” ungkap Sugianto dihadapan jajran direksi usai pelantikan di Istana Isen Mulang Palangka Raya, Kamis (3/5/2018) malam.
Mereka (perusahaan), kata Gubernur, sebenarnya mau menyimpan uangnya di Bank Kalteng. Bahkan urusan penggajian karyawan kebun atau tambang, bisa di payroll dengan Bak Kalteng. Namun mereka masih belum yakin dengan jaminan keamanan menyimpan di Bank Kalteng.
--page
“Saya sebenarnya sering ketemu mereka pengusaha, mereka masih khawatir. Mereka mau tapi harus ada jaminan dan kepercayaan dari Bank Kalteng,” katanya.
“Pak gubernur, saya mau saja tapi jaminan kemanannya apa?” ungkap Gubernur menirukan jawaban para beberapa pengusaha kepala sawit. (ROZIQIN/B-5)








