BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada perdagangan Kamis (3/5/2018), harga minyak sawit mentah (CPO) ditutup di level RM2.332, dengan histori perdagangan untuk level rendah (Low) di RM2.329 dan level tinggi (High) di RM2.375.
"Harga CPO turun pada kisaran terendah menyamai harga pada akhir tahun 2017 selama perdagangan Kamis kemarin, sekaligus memperpanjang penurunan harga selama sepekan terakhir," kata Analis PT Monex Investindo Futures, Arie Nurhadi, dalam risetnya di Jakarta, Jumat (4/5).
Menurut Arie, kondisi ini utamanya masih dikarenakan oleh kurangnya fundamental yang dapat mendongkrak permintaan, terlebih di sisi ekspor.
"Yang sepertinya banyak diprediksi akan ada masalah permintaan pun terjadi, ekspor di bulan ini tampaknya tidak akan meningkat mengacu pada kembali dibukanya pengenaan pajak ekspor CPO oleh otoritas Malaysia yang sejak awal tahun ditangguhkan," ujarnya.
Untuk perdagangan Jumat ini (4/5/2018), pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.341. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga RM2.331, harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.346, dan harga rendah (Low) di RM2.324.
--page
"Potensi penguatan perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.454 (resistance 3), RM2.450 (resistance 2) dan RM2.348 (resistance 1)," ujarnya.
Sedangkan potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga RM2.340 (support 1), RM2.335 (support 2), dan RM2.329 (support 3). (NEDELYA RAMADHANI/m)








