TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Negosiasi antara Polres Barito Timur dan pendemo angkutan batubara yang menutup jalan hauling, digelar di warung kopi. Tujuan negosiasi itu, agar pendemo membuka portal yang menghalangi angkutan batubara.

Negosiasi dipimpin langsung Kabag Ops Polres Bartim AKP Asdini Pratama, Kasat Reskrim AKP Andhika Rama, Iptu Saldikcy bersama perwakilan Perhimpunan Dump Truck dan Penyiraman (PDTP) Baguyur Bagamat, Aprianto.

"Kita akan memfasilitasi warga untuk bertemu dengan pihak perusahaan, untuk menyampaikan tuntutan mereka," kata Asdini Pratama.

Rencananya, proses mediasi antara warga dan perusahaan itu akan digelar di Polres Barito Timur, dalam beberapa hari ke depan.

"Mediasi agar tuntutan warga dipenuhi, sehingga aksi ini tidak terulang dan dapat merugikan pihak lainnya," kata dia.

--page

Asdini Pratama menambahkan, masyarakat akan dipertemukan dengan PT. Senamas Engindo Mineral (SEM), penanggung jawab jalan hauling batubara, setelah PT Global Arta Lestari (GAL) menyatakan ketidaksanggupan untuk membayar pekerja penyiram jalan itu.

"Kita berharap aksi pemortalan jalan ini tidak terjadi lagi. Dengan catatan, perusahaan batubara juga memperhatikan kepentingan masyarakat," imbuhnya. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-11)