JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Di tengah tekanan terhadap harga minyak sawit mentah (CPO), komoditas ini diperkirakan bergerak di antara RM2.300 hingga RM2.500 per ton pada Mei, dan harga rata-rata bergerak di sekitar RM2.700 per ton tahun ini.

“Kemungkinan turnnya cadangan selama April, membuat harga CPO netral, tapi akan tertekan akibat penerapan pajak ekspor CPO oleh Malaysia pada Mei dan kekhawatiran atas meningkatnya pasokan dalam beberapa bulan ke depan,” menurut analis dari CIMB Equities. 

CIMB Equities menyebutkan bahwa hasil survei terhadap 23 area perkebunan, menunjukkan bahwa produksi CPO Malaysia kemungkinan akan tumbuh 1,6% month-on-month (m-o-m) menjadi 1,6 juta ton pada April.

Selain itu, ekspor kemungkinan akan turun sekitar 5,1% m-o-m berdasarkan statistik ekspor yang dirilis cargo surveyers, Societe Generale de Surveillance (SGS) dan Amspec Malaysia.

“Secara keseluruhan, kami mengestimasi cadangan minyak sawit Malaysia akan turun 2% m-o-m menjadi 2,28 juta ton per akhir April 2018,” sebut CIMB Equities.

--page

Lembaga riset itu juga memproyeksikan kenaikan produksi CPO sebesar 2% m-o-m, yang lebih rendah dari kenaikan rata-rata historikal April (m-o-m) sebesar 4,3% dalam 10 tahun terakhir.

“Kami juga mengestimasi eskpor minyak sawit Malaysia akan turun sekitar 5% m-o-m pada April 2018, berdasarkan estimasi dari SGS (-4,5%) dan Amspec Malaysia (-5,7%). 

“Penurunan ekspor secara bulanan pada April itu terutama akibat melemahnya permintaan dari India (-39% m-o-m) dan Amerika Serikat (-5% m-o-m), meski kondisi ini sebagian bisa terbantu dengan meningkatnya permintaan dari China, Eropa dan Pakistan,” kata CIMB Equities. (NEDELYA RAMADHANI/m)