JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit (CPO) pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup di level RM2.340, dengan histori pada hari perdagangan itu menyentuh harga rendah (Low) di RM2.324 dan harga tinggi (High) di RM2.348.

"CPO berhasil rebound dari harga rendahnya di akhir pekan lalu dengan dukungan meredanya ekspektasi akan terjadinya penurunan persediaan pada komoditas tersebut. Fundamental ini membuat harga CPO kembali berpotensi naik dengan meningkatnya optimisme pelaku pasar," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya di Jakarta, Senin (7/5/2018).

Di lain sisi, diterapkannya kembali pajak ekspor CPO oleh otoritas Malaysia dengan besaran 5% untuk CPO pada Mei ini, diperkirakan akan memberikan tekanan terhadap harga CPO. Untuk diketahui, pajak ekspor CPO itu dihitung berdasarkan harga referensi CPO sebesar RM2.409 per metrik ton untuk Mei, sehingga harga di atas RM2.250 akan dikenakan pajak.

Penangguhan penerapan pajak ekspor itu membuat perbedaan pajak ekspor antara minyak sawit olahan dan CPO menjadi nol di Malaysia, dibandingkan dengan di Indonesia yang sebesar US$20-US$30 per ton.

Menurut Arie, kondisi itu mendorong meningkatnya ekspor CPO dari Malaysia, yang belakangan melambat akibat turunnya permintaan dari India setelah negeri itu menaikkan bea masuk terhadap minyak sawit. "Meskipun tampaknya belum dapat secara signifikan mengangkat harga CPO karena terjadinya depresiasi pada mata uang Ringgit Malaysia," imbuhnya. 

--page

"Pada perdagangan Senin ini, pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.377. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga RM2.352, sementara harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.379, dan harga rendah (Low) di RM2.352," ujarnya.

Arie menyebutkan, potensi penguatan perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.454 (resistance 3), RM2.450 (resistance 2) dan RM2.348 (resistance 1).

"Potensi pelemahan dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga RM2.340 (support 1), RM2.335 (support 2), dan RM2.329 (support 3)," cetusnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)