JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pekan ini, perdagangan di bursa komoditas Malaysia diwarnai oleh penguatan harga minyak sawit mentah (CPO) yang mencatat level tertinggi dalam empat bulan terakhir. Apakah tren itu akan berlanjut pada Selasa (8/5/2018) ini?  

Pelaku pasar di Bursa Berjangka Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa kemungkinan harga CPO akan melanjutkan laju penguatannya hari ini jika mengacu pada kenaikan harga minyak mentah dunia akibat penerapan sanksi terhadap Iran.

"Faktor lain yang ikut menyumbang penguatan harga CPO adalah apiknya performa minyak nabati lain berbasis kedelai di U.S. Chicago Board of Trade," ujarnya.

Pada perdagangan Senin, harga CPO kontrak Juli di Bursa Malaysia Derivatives Exchange melonjak 1,8 persen menjadi 2.383 ringgit ($604,36) per ton, yang merupakan kenaikan harian tertinggi sejak 2 Januari lalu.

Sejumlah analis menyebutkan bahwa kenaikan harga minyak mentah kerap mempengaruhi pergerakan harga CPO, karena minyak sawit menjadi salah satu bahan campuran untuk pembuatan biodiesel.

--page

Kenaikan harga minyak mentah belakangan ini telah membuat produksi biodiesel lebih ekonomis.

Sementara itu, pada perdagangan Senin, harga minyak mentah kontrak Juni ditutup naik $1,01, atau sekitar 1,5%, menjadi $70,73 per barrel di New York Mercantile Exchange, setelah sempat menyentuh level $70,84. (NEDELYA RAMADHANI/m)