BORNEONEWS, Palangka Raya - Hairul Mustafa, 35, mengakui kesalahannya, melakukan penipuan pembelian tiket pesawat secara online terhadap mahasiswa. Warga Jalan Meranti, Palangka Raya itu mengaku telah mengambil uang Rp35 juta yang seharusnya untuk membeli tiket.
"Saya pakai untuk keperluan pribadi sebesar Rp35 juta," aku Hairul, Senin (8/5/2018).
Ia melakukan tindak pidana tersebut karena kebutuhan ekonomi. Kebetulan pada saat jasa tiket onlinenya laku hingga total sebesar Rp80 juta, ia sedang banyak keperluan.
Bapak tiga anak ini pun nekat menyelipkan Rp35 juta hingga berujung pada bui untuk dirinya. Padahal, jika ia tidak melakukan perbuatan tersebut, ia sudah mendapat keuntungan Rp20 ribu dalam satu tiket. Artinya, apabila ditotal keuntungan bersihnya sebesar Rp1,6 juta.
"Saya menggunakan jasa sendiri. Satu tiketnya saya untung Rp20 ribu. Biasanya mereka juga pesan dengan saya dan lancar terus. Ini pas banyak keperluan. Saya pakai Rp35 juta untuk keperluan pribadi," aku Hairul.
--page
Dia menambahkan, pekerjaan jasa pembelian tiket pesawat secara online itu sudah ia jalankan selama tiga tahun. Selama itu, tiket pembelian paling besar dalam sekali pulang pergi sebesar Rp10 juta.
Akibat perbuatan tersebut, Hairul kini harus berurusan dengan hukum. Hairul diamankan pada Kamis (3/4/2018) sekitar pukul 21.00 WIB.
Penangkapan tersebut menindaklanjuti laporan korban penipuan. Peristiwa bermula ketika korban bersama rekan-rekan mahasiswa lainnya melakukan rapat terbatas untuk perjalanan praktik ke Kota Bandung. Ini sudah menjadi agenda rutin apabila praktek mahasiswa Akbid di Poltekkes selalu dilakukan di luar Palangka Raya.
Total mahasiswa yang berangkat sebanyak 40 orang dengan kesepakatan masing-masing mahasiswa mengeluarkan biaya tiket keberangkatan dan kepulangan sebesar Rp2 juta. Jika dikali 40 maka total uang yang keluar sebesar Rp80 juta.
Pada waktu berangkat, semua berjalan lancar. Tapi ketika hendak pulang, hanya lima tiket saja yang dikirim. Ternyata uangnya telah digunakan untuk keperluan pribadi. (BUDI YULIANTO/B-2)








