BORNEONEWS, Kasongan - Sedikitnya 13 desa di Kecamatan Mendawai dan Kecamatan Katingan Kuala yang selama ini mendapatkan pasokan listrik PLN Unit Listrik Desa (ULD) Mendawai Kecamatan Mendawai dalam beberapa hari ke depan diperkirakan bakal gelap gulita.
Pasalnya, PLN ULD Mendawai ini kehabisan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar guna mengoperasikan mesin diesel. Ini lantaran kapal yang biasa mengangkut BBM dari Sampit ditahan oleh pihak kepolisian.
Hal ini berdasarkan informasi dari warga Mendawai Kecamatan Mendawai, Kamis (10/5/2018) malam ini.
"Iya sudah lima hari ini listrik menyala hanya malam hari saja, sedangkan siang padam, dan kalau sebelumnya nonstop siang malam menyala," kata Darniansyah, warga Desa Mendawai.
Padahal kata dia PLN ULD Mendawai ini mengaliri pasokan listrik ke sejumlah desa.
Untuk wilayah Kecamatan Mendawai ada 6 desa yang sudah teraliri PLN ULD ini, yakni Desa Mendawai, Mekar Tani, Kampung Melayu, Tewang Kampung, Teluk Sebulu, dan Desa Perigi.
Sementara Kecamatan Katingan Kuala ada 7 desa yang sudah teraliri PLN ULD Mendawai ini, yakni Desa Setia Mulya, Kampung Baru, Bangun Jaya, Singam Raya, Bumi Subur, Subur Indah dan Desa Jaya Makmur.
"Kalau PLN ULD Mendawai berhenti beroperasi karena tidak adanya suplai BBM, maka desa-desa tersebut juga akan gelap gulita," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-6)








