JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah kemenangan Mahathir Mohamad dalam pemilu Malaysia pekan lalu, yang menobatkannya kembali sebagai Perdana Menteri Malaysia, diwarnai oleh lonjakan harga minyak sawit mentah (CPO) pekan ini.

"Harapannya tren penguatan ini akan berlanjut pada perdagangan Selasa ini (15/5/2018) jika nilai tukar ringgit masih lemah terhadap dolar," kata pelaku pasar di Bursa Berjangka Jakarta, Selasa.

Menurut dia, harga CPO melambung ke level tertinggi dalam sebulan terakhir pada perdagangan hari pertama setelah pemilu Malaysia digelar.         

Pada perdagangan kemarin, harga CPO naik hampir 3 persen dan menyentuh level tertinggi sejak 10 April pada level 2.452 ringgit ($615,46) per ton. 

Di sisi lain, nilai tukar ringgi melemah hampir 1 persen ke level terendah dalam empat bulan.

--page

"Selain itu penguatan harga CPO juga ditopang oleh rendahnya stok minyak sawit Malaysia yang di bawah estimasi," katanya.

Bursa Malaysia tutup sejak Rabu pekan lalu (9/5/2018) seiring dengan dimulainya pemungutan suara, dan dilanjutkan libur pada Kamis dan Jumat untuk menyaksikan hasil penghitungan suara. (NEDELYA RAMADHANI/m)