JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah bergerak positif dalam dua perdagangan terakhir, harga minyak sawit mentah (CPO) diprediksi akan menguji kembali level resistance RM2.466 per ton.

"Jika bisa break di atas level tersebut, maka harga CPO dapat naik lagi menuju resistance berikutnya di level RM2.475," kata analis teknikal untuk komoditas dan energi dari Reuters, Wang Tao.

Pada perdagangan Selasa (15/5/2018), harga minyak sawit ditutup menguat, melanjutkan penguatan pada sesi perdagangan sebelumnya. Kondisi itu didukung oleh melemahnya  ringgit dan kenaikan tipis minyak kedelai di Chicago (CBOT).

Harga minyak sawit untuk kontrak Juli di Bursa Malaysia Derivatives Exchange, Selasa, ditutup naik 0,7% menjadi RM2.432 (US$615,07) per ton.

"Ringgit yang masih lemah dan positifnya kinerja minyak kedelai di CBOT akan membantu laju penguatan harga minyak sawit," kata seorang pelaku pasar di Bursa Berjangka Jakarta, Rabu (16/5/2018).

--page

Menurut dia, pasar tetap positif meski muncul sejumlah laporan yang menyebutkan menurunnya ekspor produk minyak sawit Malaysia.

Ekspor pada periode 1-15 Mei merosot 14,9% dari periode yang sama bulan sebelumnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)