JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perdagangan pada Rabu (16/5), harga minyak sawit (CPO) akan bergerak di level RM2.422. Pagi ini harga CPO dibuka di level RM2.422, dengan level tinggi (High) tercatat berada di RM2.427, dan harga rendah (Low) di RM2.418.

"Potensi penguatan lanjutan perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.448 (resistance 3), RM2.435 (resistance 2) dan RM2.428 (resistance 1)," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya di Jakarta, Rabu.

Namun demikian, ada juga potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan Support di kisaran harga RM2.381 (support 1), RM2.340 (support 2), dan RM2.335 (support 3), kata Arie.
 
Sementara itu, CPO pada perdagangan Selasa (15/5/2018) ditutup di harga tinggi di RM2.437, dengan histori pada hari perdagangan itu menyentuh harga rendah (Low) di RM2.407, harga tinggi (High) di RM2.437.

CPO Malaysia mengalami penguatan pada perdagangan Selasa kemarin, dua sesi berturut-turut dengan didukung oleh pelemahan mata uang Ringgit Malaysia. Dengan pelemahan pada mata uang Ringgit Malaysia tersebut cenderung meningkatkan demand, karena membuat CPO lebih murah bagi pemegang mata uang asing. 

--page

Ringgit Malaysia melemah sebesar 0,15 persen menjadi RM3,954 per Dollar Amerika pada akhir hari perdagangan Selasa kemarin. CPO mengalami lonjakan harga hampir 3 persen menuju harga tingginya dalam kurun waktu satu bulan. 

Peningkatan harga CPO terjadi meskipun laporan ekspor dirilis melemah dari ekspektasi pelaku pasar dengan data ekspor untuk periode 1 - 15 Mei 2018 turun 14,9 persen dari bulan sebelumnya menurut rilis dari AmSpec Agri Malaysia. Sementara data dari Surveyor kargo Societe Generale de Surveillance merilis penurunan ekspor CPO di 13,7 persen untuk periode yang sama. (NEDELYA RAMADHANI/m)