BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perdagangan pada Kamis (17/5/2018), harga minyak sawit (CPO) berada pada level RM2.415-an. Untuk perdagangan hari ini, harga CPO dibuka pada level RM2.400, sedangkan harga tinggi (High) tercatat di level RM2.420, dan harga rendah (Low) di RM2.399.
Menurut Analis PT Monex Investindo Futures, Arie Nurhadi, potensi penguatan lanjutan harga CPO perlu konfirmasi penembusan level resistance di kisaran RM2.448 (resistance 3), RM2.435 (resistance 2) dan RM2.428 (resistance 1).
"Sedangkan potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan Support di kisaran harga RM2.381(support 1), RM2.340(support 2), dan RM2.335 (support 3)," kata Arie dalam risetnya di Jakarta, Kamis.
CPO pada perdagangan Rabu (16/5/2018) ditutup di harga tingginya di RM2.415, dengan histori pada hari perdagangan menyentuh harga rendah (Low) di RM2.406, harga tinggi (High) di RM2.427.
Harga CPO turun tipis di awal perdagangan Rabu, mengikuti pelemahan terkait minyak mentah serta melambatnya permintaan ekspor komoditas tersebut.
--page
Harga kontrak CPO untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0,6% pada harga RM2.422 per metrik ton pada sesi pertama Rabu, dengan ditandai penurunan tajam dalam hampir dua pekan.
CPO sebelumnya melompat ke level tertinggi satu bulan pada Senin (14/5/2018), ditopang oleh melemahnya Ringgit Malaysia menyusul kekalahan partai koalisi yang memerintah negara itu selama enam dekade.
"Tampaknya pelaku pasar menahan Ringgit Malaysia untuk tetap lemah saat peningkatan produksi yang lebih lambat dari ekspektasi. Asumsi tersebut karena Ringgit Malaysia yang lebih lemah biasanya mendukung harga CPO dengan membuatnya lebih murah bagi pemegang mata uang asing," katanya.
Tapi permintaan CPO saat ini diprediksi akan melambat, karena penerapan pajak ekspor CPO oleh Malaysia sebesar 5 persen. Pelaku pasar mengatakan perlambatan permintaan dapat dikaitkan dengan pemberlakuan kembali pajak ekspor CPO setelah empat bulan sebelumnya dilakukan penangguhan. (NEDELYA RAMADHANI/m)








