BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) pada perdagangan Rabu (23/5/2018) ditutup di RM2.473, dengan histori pada hari perdagangan itu menyentuh level rendah (Low) di RM2.463 serta level tinggi (High) di RM2.483.
"CPO berjangka turun dalam perdagangan hari Rabu dengan pelemahan harga minyak mentah dunia yang terjadi serta para pelaku pasar melakukan aksi taking profit setelah momentum perdagangan kemarin sebagai harga yang tertinggi sepanjang enam pekan perdagangan," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya, Kamis (24/5/2018).
Patokan harga CPO kontrak untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0,2 persen pada RM2.473 atau setara $621,36 per metrik ton pada penutupan perdagangan.
CPO menyentuh harga tertingginya terhitung sejak 9 April 2018 pada RM2.485 pada hari perdagangan Selasa dan menutup sesi pertama pada RM2.477 mengikuti kenaikan dalam minyak mentah dunia dan kedelai Amerika Serikat.
Faktor penopang bagi kenaikan harga CPO yang beberapa waktu terjadi karena dukungan dari pelemahan mata uang Ringgit Malaysia dengan posisi pelemahan pada RM3.980 per Dollar Amerika Serikat atau turun sebesar 0,4 persen pada Rabu kemarin.
--page
Harga minyak mentah yang merosot dari $72 per barrel pada Rabu karena tekanan dari potensi peningkatan output minyak mentah OPEC untuk menenangkan kenaikan harga serta menutupi kekurangan pasokan dari Iran dan Venezuela, komoditas ini pun menjadi faktor yang sedikit menurunkan harga CPO.
"Hingga tulisan ini dibuat, harga minyak mentah dunia masih dalam bergerak turun pada kisaran $71," kata Arie.
Sedangkan pada perdagangan Kamis ini saat tulisan ini disusun, pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.494. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga RM2.487, sementara harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.496, dan harga rendah (Low) di RM2.483," ucapnya.
Potensi penguatan lanjutan, ucap Arie, perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.512 (resistance 3), RM2.503 (resistance 2), dan RM2.496 (resistance 1).
"Untuk potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga RM2.466 (support 1), RM2.452 (support 2), dan RM2.438 (support 3)," imbuhnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)








