JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka menggeliat dan bangkit dari level terendah sepekan pada perdagangan Kamis (24/5/2018) sehingga ditutup naik tipis.

"Kenaikan harga CPO kemarin lebih ditopang aksi bargain-buying dan juga sentimen kenaikan harga kedelai di Chicago Board of Trade, meski pasar masih dibebani oleh minimnya berita positif," kata seorang pelaku pasar di Bursa Berjangka Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Harga CPO acuan kontrak Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,04 persen menjadi 2.415 ringgit ($608,62) per ton pada jeda perdagangan Kamis, setelah sempat bergerak ke level terendah sejak 8 Mei di level 2.399 ringgit. 

"Pasar melihat maraknya aksi bargain-hunting, tapi sayang pasar kurang mendapat dukungan dari beredarnya berita positif bagi minyak sawit," ucapnya.

Sebelumnya, Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi menyebutkan potensi penguatan harga lanjutan perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.512 (resistance 3), RM2.503 (resistance 2), dan RM2.496 (resistance 1).

--page

"Untuk potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga RM2.466 (support 1), RM2.452 (support 2), dan RM2.438 (support 3)," imbuhnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)