BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perdagangan Rabu (30/5/2018) di Bursa Malaysia Derivatives Exchange diperkirakan akan diwarnai pergerakan turun harga minyak sawit mentah (CPO), melanjutkan pergerakan hari sebelumnya.
"Saat tulisan ini disusun, pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.403. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga RM2.418, sementara harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.423, dan harga rendah (Low) di RM2.395," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya di Jakarta, Rabu.
Untuk potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan Support di kisaran harga RM2.391 (support 1), RM2.370 (support 2), dan RM2.355 (support 3), kata Arie.
"Sedangkan potensi penguatan perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.462 (resistance 3), RM2.445 (resistance 2) dan RM2.423 (resistance 1)," imbuhnya.
Untuk diketahui, CPO pada perdagangan Senin (28/5/2018) ditutup di level RM2.418, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah (Low) di RM2.408 serta harga tinggi (High) di RM2.432.
--page
CPO berjangka bergerak turun sebanyak 1,9 persen pada perdagangan awal pekan ini dengan mencapai harga terendah dalam kurun waktu lebih dari sepekan mengikuti penurunan harga minyak mentah dunia.
"Pergerakan harga minyak mentah dunia juga turut mempengaruhi harga komoditas CPO, yang digunakan sebagai bahan baku untuk biodiesel. Adapun harga minyak mentah dunia bergerak turun sekitar 2 persen di kisaran $66 per barrel pada Senin, di tengah ekspektasi pelaku pasar bahwa tiga produsen besar minyak mentah dunia, yaitu Rusia, Amerika Serikat, serta Arab Saudi dikabarkan akan meningkatkan output-nya. (NEDELYA RAMADHANI/m)








