PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Sebagai bentuk antisipasi terjadinya penipuan terhadap pendaftar Polri, panitia pendaftaran di Polda Kalteng memanfaat smarphone untuk berkomunikasi langsung dengan orang tua calon siswa maupun calon siswa itu sendiri. Yakni dengan membuat grup WhatsApp.

“Kita sudah membuat grup yang langsung dikoordinir oleh panita. Jadi panitia memberikan informasi setiap hari. Bagi yang telat datang juga bisa dapat informasi di situ,” kata Karo SDM Polda Kalteng Kombes Tommy Wibisono, Kamis (31/5/2018).

“Termasuk bagi orang yang apabila kecewa. Disitu bisa diluruskan panitia,” imbuhnya. Kemudian juga ada grup untuk seluruh siswa, baik yang mendaftar Tamtama, Brigadir maupun Akpol.

Keberadaan grup ini juga sebagai langkah cepat merespon apabila ada informasi yang mengarah pada penipuan.

Seperti salah satunya seseorang yang menelepon calon siswa, menjanjikan bisa lulus dengan membayar Rp25 juta. Sejauh ini sudah ada tujuh nomor ponsel berbeda yang menghubungi calon siswa.

--page

Namun semuanya tidak berhasil. Polisi kini sedang melakukan penyelidikan terhadap penelepon tersebut.

“Jadi penelepon itu mengaku atas nama panitia dan mencatut nama saya juga. Katanya saya diperintahkaan Karo SDM. Intinya kamu saya hubungi karena dapat kuota khusus.

Jadi ada penambahan dua dan salah satunya kamu yang terpilih,” ucap Tommy menirukan penelepon misterius itu. Dia menegaskan bahwa penerima Polri benar-benar clear, transparan dan akuntabel.

Apabila ada pendaftar yang coba-coba berbuat curang, panitia tidak segan-segan untuk langsung mendiskualifikasi. (BUDI YULIANTO/B-6)