PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ada pihak yang memanfaatkan pergantian Komandan Kodim 1014 Pangkalan Bun untuk melakukan penipuan. Peristiwa itu terjadi sehari setelah pisah sambut Komandan Kodim 1014 Pangkalan Bun dari pejabat lama Letkol Inf Wisnu Kurniawan kepada pejabat baru Letkol Inf Muhammad Roni Sulaeman.

Pada Kamis (31/5/2018) ada orang yang mengaku Dandim, kemudian menghubungi melalui sambungan telepon keberbagai pejabat dan pengusaha di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dengan tujuan  meminta uang.

Dandim 1014 Pangkalan Bun Letkol Inf Muhammad Roni Sulaeman mengatakan, bila ada orang yang menghubungi dengan nomor tidak dikenal dan meminta uang mengatasnamakan Dandim agar jangan pernah dipercaya.

"Biasanya bila ada pelantikan Dandim, dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan penipuan. Diharapkan pengusaha, pejabat atau masyarakat tidak langsung percaya bila ada orang yang menghubungi melalui telepon dan mengatasnamakan Dandim dan ujung-ujungnya meminta uang," jelas Dandim.

Menurut Dandim, bila ada pihak yang terlanjur melakukan transfer uang pada si penipu, diharapkan segera menghubungi bank yang digunakan untuk melakukan transfer. "Tujuannya agar rekening penipu tersebut bisa diblokir. Bila ada laporan dari beberapa orang, biasanya pihak bank akan melakukan pemblokiran," jelas Dandim.

--page

Di tempat yang sama, Kasdim 1014 Pangkalan Bun Mayor inf Muchlis mengatakan, penipu tersebut mulai beraksi sejak Kamis pagi, sehari setelah kegiatan pisah sambut Dandim.

"Ada beberapa pengusaha hingga pejabat di lingkungan Pemkab Kobar yang dihubungi oleh penipu tersebut. Untunglah para pengusaha dan pejabat tersebut tidak langsung percaya, melainkan melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada perwira Kodim 1014 Pbn lainnya," jelas Muchlis.

Setelah melakukan konfirmasi, barulah para pengusaha dan pejabat tersebut mengetahui bahwa mereka hampir saja menjadi korban penipuan dari orang tidak dikenal.

"Kepada masyarakat juga kami imbau agar tidak langsung percaya bila ada telepon dari seseorang yang mengaku Dandim 1014 Pangkalan Bun. Sebaiknya pascamenerima telepon tersebut, sesegera mungkin melakukan konfirmasi kebenarannya pada perwira Kodim yang dikenal," pungkas Muchlis. (WAHYU KRIDA/B-2)