BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) berpotensi 'disesuaikan' pada sesi perdagangan Kamis ini (31/5/2018) jika seluruh data ekspor minyak sawit yang dirilis di bawah ekspektasi.
"Perdagangan pada Kamis ini, saat tulisan ini disusun, harga CPO sedang berada pada level RM2.433. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada level RM2.445, sementara harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.445, dan harga rendah (Low) di RM2.408," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya di Jakarta, Kamis.
Menurut Arie, potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga RM2.411 (support 1), RM2.391 (support 2), dan RM2.370 (support 3), sedangkan potensi penguatan lanjutan perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.474 (resistance 3), RM2.462 (resistance 2) dan RM2.445 (resistance 1).
Sementara itu, CPO pada perdagangan Rabu (30/5/2018) ditutup di RM2.440, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah (Low) di RM2.395 serta harga tinggi (High) di RM2.444.
"Harga CPO berjangka ditutup lebih tinggi pada penutupan perdagangan Rabu, bergerak rebound dari level terendah dalam kurun waktu lebih dari tiga pekan," katanya.
--page
Harga acuan CPO turun hampir 3 persen dalam dua sesi sebelumnya ketika ekspor diprediksi turun. Surveyor kargo AmSpec akan merilis data ekspor CPO untuk Mei, periode 1 - 31 Mei akhir pekan ini. Demikian juga dengan surveyor kargo SGS.
Sedangkan AmSpec Agri Malaysia telah merilis data ekspor CPO dengan data selama periode 1 - 31 Mei 2018, yang turun 8,8 persen menjadi 1.196.805 ton, dari sebelumnya sejumlah 1.311.770 ton. (NEDELYA RAMADHANI/m)








