BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perdagangan Selasa (5/6/2018), pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.386, dengan peluang melanjutkan pelemahan.
"Perdagangan hari ini dibuka pada harga RM2.388, sementara harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.393, dan harga rendah (Low) di RM2.382," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya, Selasa.
CPO berjangka memperpanjang penurunan pada Selasa dengan mencapai harga terendahnya dalam kurun waktu hampir sebulan, terbebani oleh permintaan ekspor yang tidak sesuai dengan ekspektasi, ujarnya.
Kontrak CPO untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0,95 persen menjadi RM2.386 atau setara dengan $601,01 per metrik ton pada sesi awal perdagangan Selasa ini. Dengan menyentuh harga RM2.382 merupakan harga terendah CPO terhitung sejak 8 Mei 2018.
Potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan Support di kisaran harga RM2.372 (support 1), RM2.359 (support 2), dan RM2.310 (support 3).
--page
Sementara potensi penguatan lanjutan perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.440 (resistance 3), RM2.418 (resistance 2) dan RM2.405 (resistance 1).
CPO pada perdagangan Senin (4/6/2018) ditutup di RM2.407, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah (Low) di RM2.407 serta harga tinggi (High) di RM2.457.
CPO berjangka Malaysia turun lebih dari 1 persen pada Senin karena para pelaku pasar memperkirakan persediaan melimpah karena permintaan ekspor yang lesu. (NEDELYA RAMADHANI/m)








