JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Analis Paramitra Alfa Sekuritas, William Siregar, menyatakan prospek saham emiten CPO bakal lebih baik, meski sektor CPO banyak diterpa sentimen negatif, seperti penolakan Uni Eropa terhadap produk CPO.

"Dipandang dari sisi harga saham emiten CPO, memang sudah relatif rendah, meski belum berada di titik terendah. Namun, ada potensi rebound ke depan seiring dengan semakin naiknya harga CPO,” katanya dalam risetnya.

Permintaan untuk produk CPO juga diprediksi akan meningkat di bulan puasa hingga Idul Fitri nanti. Hal ini menjadi sentimen positif untuk bisnis CPO, sebab stok yang melimpah akan dibarengi dengan permintaan yang tinggi. 

William merekomendasikan saham LSIP dan TBLA sebagai saham yang bisa diperhitungkan oleh investor. 

"Kedua saham ini termasuk likuid, terutama LSIP. TBLA pun demikian, peminatnya masih cukup tinggi," ujar dia.

--page

William memberikan target harga untuk LSIP dan TBLA masing-masing sebesar Rp1.800 dan Rp2.100 per saham. (NEDELYA RAMADHANI/m)