JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perdagangan Jumat (22/6/2018), pergerakan harga CPO sedang berada di level RM2.261. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga RM2.254. sementara harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.265, dan harga rendah (Low) di RM2.250.

"Pada perdagangan hari ini potensi pelemahan lanjutan yang dapat terjadi dengan acuan Support di kisaran harga RM2.247 (support 1), RM2.232 (support 2), dan RM2.209 (support 3)," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya di Jakarta, Jumat (22/6/2018).  

Sementara untuk potensi penguatan, tambah Arie, perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.308 (resistance 3), RM2.293 (resistance 2), dan RM2.285 (resistance 1).

Sementara itu, CPO pada perdagangan Kamis (21/6/2018) ditutup di RM2.251, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah (Low) di RM2.238 serta harga tinggi (High) di RM2.276.

CPO berjangka jatuh untuk hari keempat berturut-turut dengan mencapai harga terendah dua tahun pada perdagangan Kamis, karena sentimen negatif kekhawatiran tentang perang perdagangan antara China dan Amerika Serikat. 

--page

Harga acuan CPO untuk pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0,5 persen di level RM2.251 atau setara dengan $560,79 per metrik ton pada perdagangan Kamis.

Sebelumnya pada saat jam perdagangan berlangsung, harga CPO sempat jatuh ke level terendah harian pada RM2.238 sebagai level terendah atau terlemah sejak Juli 2016. (NEDELYA RAMADHANI/m)