JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) diharapkan dapat melanjutkan penguatannya akhir pekan ini seiring masih melemahnya nilai tukar ringgit Malaysia terhadap dolar AS.

CPO pada perdagangan Kamis (28/6/2018) ditutup di level RM2.343, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah (Low) di RM2.305 serta harga tinggi (High) di RM2.344.

"CPO berjangka naik lebih dari 1 persen ke level tertingginya dalam kurun waktu lebih dari dua pekan pada hari Kamis kemarin, ringgit Malaysia yang mengalami pelemahan kembali menjadi faktor yang mendongkrak harga," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya di Jakarta, Jumat (29/6/2018). 

Dengan kurs Ringgit Malaysia yang pada kondisi pelemahan, katanya, membuat CPO dirasa lebih murah untuk pelaku pasar pemegang mata uang asing.

Mata uang tersebut mencatatkan pelemahan sepanjang empat hari berturut-turut yang pada puncaknya terjadi pada Kamis, di mana ringgit jatuh ke posisi terendah terhadap dolar AS terhitung sejak 2 Januari 2018. Terakhir kurs ringgit turun 0,3 persen pada RM4,040 per US $1.

--page

Sementara itu, harga acuan CPO untuk pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 1,2 persen di RM2,343 atau setara dengan $579,95 per metrik ton pada penutupan hari perdagangan Kamis, sebagai hari kedua kenaikan harga sepanjang pekan ini. 

Kontrak CPO menyentuh harga tertinggi dengan mencatatkan pada level RM2.344, yang merupakan kenaikan terkuat terhitung sejak 12 Juni 2018.

Kenaikan harga CPO terkait produksi biodiesel, di mana komoditas tersebut digunakan sebagai bahan baku dan terhitung lebih ekonomis.

Untuk perdagangan Jumat (29/6/2018), pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.332, dengan perdagangan hari ini dibuka pada level RM2.339, sementara harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.348 dan harga rendah (Low) di RM2.327. 

"Pada perdagangan hari ini potensi penguatan lanjutan perlu konfirmasi penembusan level resistance di kisaran RM2.357 (resistance 3), RM2.345 (resistance 2) dan RM2.338 (resistance 1)," kata Arie.

--page

Selain itu ada potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan Support di kisaran harga RM2.316 (support 1), RM2.305 (support 2), dan RM2.289 (support 3). (NEDELYA RAMADHANI/m)