JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perdagangan awal pekan ini, pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.324, dengan perdagangan dibuka pada harga RM2.327 dan harga tinggi (High) di RM2.329, sedangkan harga rendah (Low) di RM2.315. 

Sesi pertama perdagangan Senin ini (2/7) telah dirilis data ekspor oleh AmSpec Agri Malaysia periode Juni dibandingkan dengan bulan sebelumnya, 1.073.224 metrik ton berbanding dengan 1.196.805 metrik ton, sehingga terdapat selisih (minus) 123.581 metrik ton atau setara dengan -10,33%.

Sementara surveyor Intertek Testing Services atau ITS juga merilis data ekspor untuk periode Juni dibandingkan dengan bulan sebelumnya, 1.056.202 metrik ton berbanding dengan 1.159.527 metrik ton. Sehingga terdapat selisih (minus) 103.325 metrik ton atau setara dengan -8,91%.

"Sehingga kedua data dari surveyor yang telah dirilis di atas berpotensi akan menambah tekanan bagi laju harga CPO di perdagangan hari ini, selain penguatan Ringgit Malaysia yang sedang terjadi terhadap Dollar Amerika pada posisi RM4.0383 per dolar AS," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya di Jakarta, Senin (2/7/2018). 

Menurut Arie, pada perdagangan hari ini potensi penguatan lanjutan perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.345 (resistance 3), RM2.338 (resistance 2) dan RM2.330 (resistance 1).

--page

"Selain itu juga ada potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan Support di kisaran harga RM2.305 (support 1), RM2.289 (support 2), dan RM2.272 (support 3)," ujarnya. 

Sementara itu, harga CPO pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup di level RM2.326, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah (Low) di RM2.316 serta harga tinggi (High) di RM2.348. 

CPO pada perdagangan akhir pekan lalu itu turun dari level tertingginya sepanjang dua pekan yang terjadi di sesi sebelumnya, karena tekanan yang berasal dari penguatan ringgit Malaysia.

Sedangkan harga acuan CPO kontrak pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0,7 persen pada posisi RM2.326 atau setara dengan $576,03 per metrik ton pada penutupan perdagangan. Dengan demikian sekaligus menghentikan laju kenaikan dua hari sebelumnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)