BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Minyak sawit mentah (CPO) pada perdagangan Senin (2/7/2018) ditutup di level RM2.329, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah (Low) di RM2.315 serta harga tinggi (High) di RM2.341.
Harga CPO dipengaruhi oleh pergerakan dari harga minyak mentah dunia karena digunakan untuk instrumen dalam memproduksi biodiesel. Acuan harga CPO kontrak untuk pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik sebesar 0,1% pada harga RM2.329 atau setara dengan $576,77 per metrik ton pada penutupan perdagangan awal pekan ini.
"Kisaran sempit terjadi dalam pergerakan harga CPO pada perdagangan Senin, namun tetap berakhir di kisaran positif. Pelaku pasar berekspektasi penurunan produksi bulanan terjadi di Malaysia sebagai produsen CPO terbesar kedua dunia," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya di Jakarta, Selasa (3/7/2018).
Harga minyak mentah dunia yang jatuh lebih dari 1% terjadi setelah Gedung Putih mengatakan bahwa pemimpin Arab Saudi telah berjanji kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai produksi minyak mentah Arab Saudi dapat ditingkatkan jika memang diperlukan.
Lanjutan perselisihan perdagangan Amerika Serikat dengan China telah menyebabkan beberapa tekanan pada harga komoditas, termasuk CPO, meskipun di saat yang sama kurs Ringgit Malaysia mengalami pelemahan yang biasanya akan mendukung harga CPO, karena membuat harga menjadi murah bagi pemegang mata uang asing.
--page
Secara keseluruhan, harga CPO telah naik sebesar 1,8% pada pekan lalu. Pada Senin dirilis data ekspor periode Juni yang turun 10,3% dari bulan sebelumnya oleh AmSpec Agri Malaysia, sementara surveyor ITS merilis data penurunan sebesar 8,91%.
Sementara itu, perdagangan Selasa (3/7/2018), pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.302, dengan perdagangan dibuka pada level RM2.327. Untuk harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.330, dan harga rendah (Low) di RM2.302.
"Pada perdagangan hari ini, potensi penguatan lanjutan perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.357 (resistance 3), RM2.345 (resistance 2), dan RM2.338 (resistance 1)," katanya.
Sementara terdapat juga potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga RM2.289 (support 1), RM2.272 (support 2), dan RM2.264 (support 3). (NEDELYA RAMADHANI/m)








