SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit -  Sonia dan adiknya Ida langsung pingsan setelah melihat jasad anaknya, Gazali Rahman alias Ego, tewas dihabisi oleh menantunya sendiri, Sya alias AI (39).

"Saya waktu itu dapat kabar kalau anak saya ada masalah katanya. Lalu saya langsung ke lokasi melihat anak saya sudah tidak bernyawa lagi," ucap Sonia, Selasa (3/7/2018).

Sonia mengaku di hadapan majelis hakim Ega Shaktiana dan JPU Kejari Kotim Siska Purnama Sari dan Didik Prasetyo Utomo hanya melihat satu luka di leher korban.

"Luka lain saya tidak melihat lagi, termasuk apa penyebabnya saya tidak tahu waktu itu. Baru tahu beberapa hari kemudian katanya karena masalah uang," ucapnya.

Begitu juga dengam Ida ia secara tidak sengaja mengetahui kejadian itu. Bahkan setelah melihat jasad korban ia juga mengaku pingsan.

--page

"Waktu itu saya kehabisan minyak lalu singgah di situ melihat korban sudah tergeletak," ucapnya.

Akan tetapi, lanjut Ida, terdakwa sebelum pergi sempat memberitahu dirinya kalau baru saja menghabisi korban. Sempat ditanya apa penyebabnya terdakwa langsung pergi.

Warga Desa Kawan Batu RT 5, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur itu melakukan perbuatannya pada Minggu (18/3/2018) sekitar pukul 23.30 wib di kediamannya. 

Bermula saat korban datang menemui terdakwa ingin meminjam uang Rp50 ribu. Namun oleh terdakwa diminta agar meminjam dengan kakak korban, Ika Kartika, yang tak lain istri terdakwa. Namun Ika bilang tidak ada dan menyuruh pinjam dengan suaminya.

Korban marah mengambil pisau sambil membekap wajah Ika. Bahkan ia sempat melontarkan perkataan jika Ika ingin mati biar ia yang akan melakukannya. 

--page

Melihat itu terdakwa marah mengambil mandau membacok korban hingga tewas. Setelah itu ia berupaya kabur lewat PT MSM 2 kemudian ke PT MAP. Selanjutnya lewat jalan air ia ke Desa Pagatan, Kabupaten Katingan hingga akhirnya berhasil diamankan.(NACO)