JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada perdagangan Rabu (4/7/2018), pergerakan harga minyak sawit (CPO) sedang berada pada level RM2.298, dengan perdagangan dibuka pada level RM2.314, sementara harga tinggi (High) tercatat di RM2.314 dan harga rendah (Low) di RM2.292. 

"China yang akan mulai memberlakukan tarif 25% pada 545 produk Amerika Serikat, termasuk komoditas kedelai terhitung mulai 6 Juli 2018, sebagai balasan terhadap kenaikan pajak impor serupa yang diberlakukan oleh pemerintah Amerika Serikat," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya di Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Menurut Arie, langkah China untuk memberlakukan tarif pada minyak kedelai Amerika Serikat tersebut dirasa dapat menguntungkan eksportir minyak sawit karena produk CPO (sebagai produk subtitusi) berpotensi akan lebih menarik bagi pasar China.

"Eksportir CPO telah didorong untuk mengambil keuntungan dari terjadinya perselisihan perdagangan Amerika Serikat dan China untuk mempromosikan lebih banyak produk CPO ke pasar China," ujarnya.

Sementara itu, pada perdagangan Rabu ini, potensi penguatan lanjutan perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.345 (resistance 3), RM2.338 (resistance 2), dan RM2.330 (resistance 1).

--page

"Sementara terdapat juga potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga RM2.272 (support 1), RM2.264 (support 2), dan RM2.247 (support 3)," katanya. (NEDELYA RAMADHANI/m)