JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) kontrak pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0,7% pada RM2.298 atau setara dengan US $568,25 per metrik ton pada akhir perdagangan Rabu (4/7/2018). 

"Pada sesi sebelumnya harga sempat jatuh ke kisaran rendah dalam satu pekan di RM2.290. Untuk itu, harga komoditas ini sepertinya masih akan melanjutkan tren pelemahan pekan ini," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya di Jakarta, Kamis (5/7/2018).  

Menurut Arie, CPO berjangka turun pada penutupan perdagangan Rabu, sebagai penurunan kedua berturut-turut, yang masih terpengaruh oleh rilis data ekspor yang tidak sesuai dengan ekspektasi.

"CPO tampaknya dapat terpengaruh atau memungkinkan mengikuti kelanjutan efek negatif dengan terjadinya kelemahan yang terus-menerus pada komoditas kedelai di tengah kegelisahan atas perang perdagangan antara Amerika Serikat dengan China," ucapnya.

Untuk kedelai berjangka berada di tengah situasi sengketa perdagangan Amerika Serikat - China yang sedang berlangsung, sehingga mendorong harga ke penutupan terendah dalam kurun waktu dua tahun pada perdagangan pada Senin.

--page

"Perdagangan Kamis ini, pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.309, dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga RM2.304, sementara harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.310, dan harga rendah (Low) di RM2.300," sebut Arie. 

Pada perdagangan hari ini, kata Arie, potensi penguatan lanjutan perlu konfirmasi penembusan pada level resistance di kisaran RM2.345 (resistance 3), RM2.338 (resistance 2), dan RM2.308 (resistance 1). Sementara potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan Support di kisaran harga RM2.272 (support 1), RM2.264 (support 2), dan RM2.247 (support 3).  (NEDELYA RAMADHANI/m)