BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pelaku pasar pada perdagangan akhir pekan ini menantikan sentimen positif yang mendukung penguatan harga minyak sawit, di tengah mulai diterapkannya tarif terhadap produk impor asal Amerika Serikat di China.
"Keputusan yang diambil oleh pemerintahan Trump untuk mengenakan tarif impor produk China ke Amerika Serikat pada akhir pekan ini, akan direspons China untuk menerapkan langkah serupa terhadap produk impor asal Amerika Serikat. Untuk itu, para pelaku pasar bersikap hati-hati sambil meunggu sentimen positif yang dapat menunjang pulihnya harga CPO," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya di Jakarta, Jumat (6/7/2018).
Pasar Patokan minyak sawit kontrak untuk pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0.6% pada RM2.284 atau setara dengan US $565,21 per metrik ton pada akhir hari perdagangan. setelah sebelumnya jatuh ke terendah satu minggu dari RM2.278.
Pada situasi seperti ini, kata Arie, Indonesia dan Malaysia dapat memanfaatkan peluang dari sengitnya perang dagang antara AS versus China, terutama untuk mengisi kebutuhan minyak nabati di pasar China yang selama ini banyak mengandalkan impor minyak kedelai dari Amerika.
"Impor komoditas kedelai yang lebih rendah dari Amerika Serikat akan menciptakan kekurangan minyak nabati ke China, yang kemungkinan akan menguntungkan bagi komoditas CPO (sebagai barang subtitusi). Negara China adalah pasar ekspor terbesar kedua untuk CPO setelah India," ungkapnya.
--page
Sementara itu, pada perdagangan Jumat sesi pertama, pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.289, dengan perdagangan hari ini dibuka pada level RM2.279, sementara harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.293, dan harga rendah (Low) di RM2.277.
"Pada perdagangan hari ini potensi penguatan lanjutan perlu konfirmasi penembusan level resistance di kisaran RM2.345 (resistance 3), RM2.338 (resistance 2), dan RM2.308 (resistance 1). Sedangkan potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan Support di kisaran harga RM2.264 (support 1), RM2.247 (support 2), dan RM2.232 (support 3)," pungkasnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)








