BORNEONEWS, Sampit - Bukan hanya pada saat hari-hari besar para warga binaan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Klas IIb Sampit dibekali ilmu agama.
Setiap hari warga binaan yang berjumlah 609 orang itu diberikan siraman rohani, baik yang agama islam, kristen ataupun lainnya.
"Pembekalan agama harus selalu diberikan. Agar saat keluar dari sini mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Kami telah menyiapkan tempat peribadahan didalam lingkungan Lapas ini," ucap Kalapas Klas IIb Sampit, M Khaeron, Kamis (12/7/2018).
Saat beribadah, Kalapas melanjutkan, ada warga binaan yang ditemani oleh keluarganya. Seperti yang terlihat di balai ibadah yang ada dildalam kawasan lapas itu. Beberapa warga binaan mengikuti peribadahan bersama anak dan isteri nya yang kebetulan sedang membesuk. Suasana beribadah terlihat sangatlah khidmat.
"Kami memperbolehkan jika ada keluarga warga binaan yang hendak melaksanakan ibadah bersama. Tentunya itu memiliki nilai positif. Seperti membawa anaknya, berarti dia menunjukkan memberikan ilmu pengetahuan agama sejak dini," imbuh Kalapas.
--page
Meski penghuni melebihi kapasitas ruang tahanan, terlihat suasana yang tenang dan aman di lembaga pemasyarakatan itu. Berkat adanya pembekalan agama, di lingkungan Lapas tersebut sangat lah bersih. Tidak ada satu pun sampah yang berserakan.
"Berkat pembekalan agama, suasana disini jadi aman dan tenang. Mereka semua hidup berdampingan dengan damai. Keberseihan sebagian dari iman juga membuat Lapas ini bersih. Pada intinya agama itu penting dalam setiap menjalani kehidupan," tutur Khaeron. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)








