BORNEONEWS, Sampit - Ratusan warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kunjungi Taman Ikon Ikan Jelawat untuk menyaksikan pembentangan ratusan meter kain merah putih di atas Sungai Mentaya.
"Saya takjub melihat kekompakan seluruh instansi ini. Benderanya panjang sekali. Ini merupakan pertama kalinya di Sampit. Semoga persatuan bukan hanya menjadi simbol, namun harus diterapkan. Terimakasih sudah menjaga keamanan kota kelahiran saya ini," kata Eka, salah seorang pengunjung.
Pembentangan itu juga jadi latar belakang warga untuk berswafoto. Semua masyarakat merasa bangga dengan kesuksesan dan kelancaran kegiatan itu.
"Saya bangga, merah putih sukses terbentang di Sungai Mentaya. Kapan lagi punya latar belakang foto dengan kegiatan menarik dan membanggakan seperti ini," kata Udin, warga lainnya.
Pembentangan kain menyerupai bendera kebangsaan Republik Indonesia itu dilakukan oleh Polres Kotim untuk merayakan puncak HUT Bhayangkara yang ke 72. Bendera itu terbentang dari pelabuhan penumpang Sampit, Kecamatan MB Ketapang hingga Kecamatan Seranau.
"Pembentangan merah putih sepanjang 520 meter ini merupakan simbol pemersatu dalam keberagaman suku, adat, ras dan agama yang ada di negara Indonesia, khususnya di Kabupaten Kotim," kata Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel.
Bupati Kotim, Supian Hadi, Wabup Kotim HM Taufik Mukri, Sekda Kotim Halikinnor, Wakil Ketua DPRD Kotim Supriyad, TNI, dan kejaksaan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Pembentangan dilakukan dengan menggunakan kapal tunda (tugboat) sebanyak 10 unit. Selain pembentangan bendera tersebut, anggota gabungan juga mengibarkan bendera kecil di atas kelotok sebanyak 17 bendera. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-2)








