BORNOENEWS, Palangka Raya- Peristiwa warga disambar buaya sering terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah, terutama di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Anggota Komisi B DPRD Kalteng Syahrudin Durasid pun mempertanyakan kinerja Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), khususnya dalam menindaklanjuti kasus ini.
Sebelumnya, insiden warga disambar buaya kembali terjadi di daerah Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kotim. Khawatir akan ada korban selanjutnya, masyarakat lantas meminta pihak terkait, khususnya BKSDA segera mengambil tindakan. Namun usulan masyarakat belum mendapat tanggapan.
"Kami mendapat informasi bahwa kejadian tersebut (warga disambar buaya) menyulut kemarahan masyarakat dan ingin memburu binatang predator itu. Namun, pihak BKSDA melarang masyarakat dan ingin melindungi buaya tersebut," ujar Syahrudin, Senin (16/7/2018).
Ia mengaku, turut prihatin dengan adanya peristiwa warga disambar buaya. Apalagi kejadian itu membuat takut masyarakat. Sayangnya belum ada gerakan dari BKSDA dalam meminimalisasi teror buaya.
--page
Syahrudin lalu mempertanyakan kebijakan BKSDA yang melindungi buaya. Padahal sudah terbukti banyak memakan korban.
"Tentunya ini menjadi pertanyaan besar, apakah buaya lebih berharga dari kehidupan masyarakat, sehingga melarang warga membunuh binatang tersebut?," ungkapnya.
Politisi PAN itu berharap, ke depannya BKSDA lebih bersinergi dengan masyarakat sehingga teror buaya bisa ditekan dan menghilangkan kecemasan warga yang ingin beraktivitas. (GAZALI/B-3)








