JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) pada awal pekan ini diperkirakan rebound dengan pergerakan terbatas setelah akhir pekan lalu jatuh ke level terendah dalam periode tiga tahun.

Komoditas CPO pada perdagangan Jumat (13/7/2018) ditutup di level RM2.159, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah (Low) di RM2.144 serta harga tinggi (High) di RM2.287.

"CPO telah jatuh ke titik rendah dalam kurun waktu tiga tahun, diperkirakan akan tetap di bawah tekanan pada paruh kedua tahun 2018 dengan potensi peningkatan harga terbatas," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya di Jakarta, Senin (16/7/2018).

Kalau pun ada kenaikan harga CPO, menurut Arie, tampaknya tidak akan terlalu signifikan atau dapat dikatakan terbatas.

"Tekanan pada harga CPO memang tampak pada perilaku pelaku pasar dan harga yang lebih rendah dimungkinkan akan cukup waktu untuk tetap bertahan," katanya.

--page

Permintaan ekspor yang lamban dengan tingkat persediaan tinggi, serta dipengaruhi komoditas lain seperti pada pasar kedelai yang bearish, merupakan faktor yang selama ini mengiringi pergerakan harga komoditas tersebut.

Pada 10 Juli pekan lalu, statistik resmi oleh otoritas industri Dewan Minyak Sawit Malaysia menunjukkan stok CPO negara tersebut pada akhir Juni naik sebesar 0,83% menjadi 2,19 juta ton dibandingkan pada Mei sebesar 2,17 juta ton.

"Ini merupakan pertama kalinya persediaan CPO serta Olein (produk turunan CPO) telah meningkat sejak Desember 2017. Akibat dari ekspor yang lebih lemah dan impor yang lebih tinggi, yang pada kenyataannya melampaui produksi yang lebih rendah," tambahnya.

Setelah rilis tersebut, otoritas Bursa Malaysia menurunkan pajak ekspor pada komoditas CPO untuk bulan Agustus menjadi sebesar 4,5%, dari 5% yang dikenakan sejak Mei hingga Juli pasca penangguhannya sejak awal 2018.

Pada perdagangan Senin (16/7/2018), kontrak untuk pengiriman bulan Juli telah kedaluarsa atau berakhir dan untuk kontrak pengiriman bulan Oktober telah dimulai. Pergerakan harga CPO (kontrak Oktober) saat ini sedang berada pada level RM2.183.

--page

"Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga RM2.157, sementara harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.188, dan harga rendah (Low) di RM2.156," ujarnya.

Pada perdagangan sesi pertama Senin ini telah diriliis data ekspor yang telah dijadwalkan untuk periode 1 - 15 Juli yang berpotensi mempengaruhi pergerakan harga CPO, yaitu :

Menurut AmSpec Agri Malaysia, data ekspor CPO Malaysia pada 486.609 metrik ton vs 500.197 metrik ton, selisih 13.588 metrik ton dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan sebelumnya atau turun sebesar 2,72 %.

Sedangkan Surveyor kargo Societe Generale de Surveillance atau SGS merilis data ekspor CPO Malaysia pada 509.116 metrik ton vs 499.775 metrik ton, terdapat surplus sebesar 9.341 metrik ton dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan sebelumnya atau naik sebesar 1,87%.

"Pada perdagangan hari ini terdapat potensi pelemahan lanjutan yang dapat terjadi dengan acuan Support di kisaran harga RM2.139 (support 1), RM2.122 (support 2), dan RM2.108 (support 3)," tutur Arie.

--page

Sementara untuk potensi penguatan pada hari ini perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.209 (resistance 1), RM2.228 (resistance 2), dan RM2.246 (resistance 3).  (NEDELYA RAMADHANI/m)