MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Wakil Bupati Barito Utara Ompie Herby mengatakan, ketergantungan masyarakat terhadap hutan dan kawasan hutan di wilayah ini masih sangat tinggi.

Keterkaitan masyarakat terhadap hutan dan kawasan hutan antara lain sebagai mata pencaharian dengan memanfaatkan barbagai macam hasil hutan baik berupa tumbuhan maupun hewan dan lahan untuk aktifitas pertanian.

Selain itu, di tempat-tempat tertentu sebagian masyarakat memiliki pertalian yang erat secara religi dan budaya terhadap hutan. “Pada sebagian kelompok masyarakat terdapat berbagai aturan dalam pemanfaatan hutan sehingga membentuk pola kearifan lokal tersendiri yang terus terpelihara dan dijaga eksistensinya dari generasi ke generasi,” jelasnya saat memberikan sambutan pada konsultasi publik dalam rangka penyusunan tata hutan dan rencana pengelolaan kesatuan pengelolaan hutan produksi Barito Tengah di aula BappedaLitbang, Senin (16/7/2018).

Hal ini, kata Ompie, tidak dapat dipungkiri karena masih banyak masyarakat yang hidup di dalam dan di sekitar kawasan hutan dimana 80% wilayah Kabupaten Barito Utara masih berstatus kawasan hutan.

Untuk itu, dalam rangka menuju pengelolaan hutan yang baik tentu saja dimulai dari perencanaan yang baik pula sehingga dapat memberikan manfaat sesuai dengan yang diharapkan.

--page

“Untuk itu, saya meminta KPHP selaku lembaga yang ditunjuk sebagai pengelola kawasan hutan dapat mengolaborasikan program kerjanya dengan rencana pembangunan pemerintah daerah yang telah disusun, keinginan dan harapan masyarakat maupun pihak swasta yang ada di wilayah kerjanya,” ucapnya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Kalteng yang diwakili Tariyah Kurniawati menjelaskan maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah penyampaian draf perencanaan KPH yang telah disusun oleh KPHP dan tim pakar untuk selanjutnya dimintakan saran dan masukan guna penyempurnaan perencanaan KPH unit X Barito Tengah. (RAMADHANI/B-2)