SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Teror buaya di Sungai Mentaya semakin meresahkan warga. Terlebih buaya penyerang warga hingga kini masih belum tertangkap. Camat Pulau Hanaut, Eddy Mashami mendesak instansi terkait agar dapat segera membantu untuk menuntaskan permasalahan yang menghantui warga bantaran sungai, khsusus nya di Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Jika kesulitan menangkapnya secara hidup-hidup, mending ditembak saja. Jangan sampai warga terus semakin banyak menjadi korban serangan buaya. Memang buaya merupakan hewan dilindungi. Pilih keselamatan manusia atau buaya?," ucap Eddy, Selasa (17/7/2018).

Sementara ini, pihaknya sedang melakukan pengadaan jaring untuk mecegah dan mengantisipasi serangan buaya lanjutan. Jaring tersebut nantinya akan dibagikan kepada warga yang berada di Desa Pneyaguan.

"Dipulau Hanaut dan Desa Bapinang Hulu sudah dilakukan pengadaan. Yang belum itu di Desa Penyaguan. Beberapa waktu lalu (Sabtu/14/7/2018), seorang warga saya menjadi korban serangan buaya, beruntung Tasman masih selamat," terang Camat.

Camat melanjutkan, pihaknya kerap kali mensosialisasikan dan mengimbau kepada warga agar selalu berhati-hati dan waspada saat beraktivitas disungai, terlebih dijam rawan muncul buaya, seperti pagi, menjelang senja dan malam hari. Namun himbauan tersebut hanya dijalankan oleh beberapa warga. (ACHMAD SYIHABUDDIN/m)