BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setelah ditutup melemah di akhir perdagangan Selasa (17/7), pada sesi awal perdagangan Rabu ini (18/7), harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka mulai beranjak naik.
"Tercatat sesi pertama perdagangan hari ini, CPO berjangka melonjak 1,5% di kisaran tinggi mingguannya, di tengah melemahnya ringgit Malaysia sehingga mendongkrak harga komoditas tersebut," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya di Jakarta, Rabu (18/7/2018).
Ringgit sebagai salah satu mata uang perdagangan CPO, telah turun sebesar 0,3% menjadi RM4,0550 per dolar AS, yang merupakan kisaran terlemah sejak akhir Desember.
"Potensi adanya penguatan lanjutan pada hari ini perlu konfirmasi penembusan level resistance di kisaran RM2.209 (resistance 1), RM2.228 (resistance 2), dan RM2.246 (resistance 3). Sementara potensi pelemahan lanjutan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga RM2.162 (support 1), RM2.139 (support 2), dan RM2.122 (support 3)," katanya.
Sementara itu, CPO pada perdagangan Selasa ditutup di level RM2.171, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah (Low) di RM2.164 serta harga tinggi (High) di RM2.182.
"CPO berjangka ditutup turun tipis pada penutupan perdagangan Selasa, mengikuti pelemahan pada komoditas minyak kedelai, tetapi sebagian besar penurunan harga disebabkan faktor mata uang Ringgit Malaysia yang fluktuatif atau tidak stabil," sebut Arie.
Ringgit Malaysia pada perdagangan Selasa berada pada kisaran yang melemah sebesar 0,1% terhadap mata uang dolar AS di posisi RM4,0445 per dolar AS. (NEDELYA RAMADHANI/m)








