SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dalam sepekan terakhir, masyarakat wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kerap melihat kemunculan buaya di Sungai Mentaya. Mereka pun takut beraktivitas di tepian sungai.

"Sepekan terakhir banyak yang sering melihat kemunculan buaya. Bahkan sebelum warga Desa Penyaguan jadi korban serangan buaya," kata Camat Pulau Hanaut, Eddy Mashami, Kamis (19/7/2018).

Dia menambahkan, masyarakat tidak hanya melihat buaya tersebut muncul di Sungai Mentaya. Tapi ada beberapa yang naik ke daratan di tepi sungai. Terutama saat air pasang di malam hari. Warga pun takut keluar rumah kalau air naik hingga ke daratan.

"Biasanya air memang naik kalau sedang pasang. Saat itulah buaya bisa muncul," kata Eddy.

Camat Pulau Hanaut mengimbau masyarakat berhati-hati dan mengurangi aktivitas di tepi sungai. Terutama pada pagi, sore, dan malam hari. 

--page

"Kami tidak ingin lagi ada korban kegasanan buaya. Jadi masyarakat lebih baik menjauh dari sungai daripada jadi korban," terang Eddy.

Sementara dalam lima tahun terakhir, sudah 17 korban keganasan buaya. Dan enam orang di antaranya tewas, yang bahkan jasadnya ada yang tidak ditemukan hingga saat ini. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)