BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sentimen negatif dari pasar global telah menyebarkan aura gelap bagi perdagangan minyak sawit berjangka pada akhir pekan ini, meski sempat dibuka menguat tipis di awal perdagangan.
"Perdagangan Jumat ini, pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.181. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga RM2.191, sementara harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.195, dan harga rendah (Low) di RM2.172," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya, Jumat (20/7/2018).
Menurut Arie, CPO berjangka sempat naik tipis pada sesi pertama perdagangan akhir pekan ini, namun situasi berubah pada sesi berikutnya sehingga harga acuan CPO kontrak pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0,6% saat menyentuh harga RM2.181 atau setara dengan US$536,80 per metrik ton.
Sementara itu, CPO pada perdagangan Kamis (19/7/2018) ditutup di level RM2.193, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah (Low) di RM2.185 serta harga tinggi (High) di RM2.220.
Harga CPO yang merosot ke bawah level RM2.200, menurut Arie, karena alasan kelebihan pasokan dan ketidakpastian global, terutama dari negara-negara pengimpor utama, telah 'mengganggu' laju pergerakan komoditas tersebut.
--page
Arie menjelaskan, potensi adanya penguatan lanjutan pada akhir pekan ini perlu konfirmasi penembusan level resistance di kisaran RM2.218 (resistance 1), RM2.228 (resistance 2), dan RM2.246 (resistance 3).
Sedangkan potensi pelemahan lanjutan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga RM2.173 (support 1), RM2.162 (support 2), dan RM2.139 (support 3). (NEDELYA RAMADHANI/m)








