JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Membaiknya kinerja ekspor minyak sawit pada periode 1-25 Juli dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya, diperkirakan akan menjadi sentimen positif bagi harga CPO berjangka pada perdagangan Rabu ini (25/7/2018). 

Pada perdagangan hari Rabu ini, pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.171. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga RM2.160, sementara harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.176, dan harga rendah (Low) di RM2.159, kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya di Jakarta, Rabu.

Pada sesi pertama perdagangan hari ini telah dirilis data ekspor periode 1-25 Juli 2018 dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan sebelumnya. Menurut perusahaan Intertek Testing Services (ITS), data ekspor CPO Malaysia pada periode tersebut sebesar 921.821 metrik ton vs 859.480 metrik ton, selisih 62.341 metrik ton dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan sebelumnya atau terjadi surplus sebesar 7,25%.

Kemudian perusahaan inspeksi AmSpec Agri Malaysia juga merilis data ekspor untuk periode yang sama dengan data yang disampaikan sebesar 902.979 metrik ton vs 860.217 metrik ton, selisih 42.762 metrik ton atau terdapat surplus sebesar 4,97%.

"Kedua data ekspor yang telah dirilis tersebut dengan terdapat surplus, dapat diartikan sebagai peningkatan jumlah ekspor yang berpotensi menguji sentimen pelaku pasar bagi harga CPO pada perdagangan hari ini," katanya.

--page

Sementara itu, CPO pada perdagangan Selasa (24/7/2018) ditutup di level RM2.152, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah (Low) di RM2.148 serta harga tinggi (High) di RM2.173.

Sentimen negatif pelaku pasar telah membuat harga turun karena adanya kekhawatiran bahwa produksi akan naik. Fokus pelaku pasar akan langsung 'diuji' pada data ekspor yang dijadwalkan akan dirilis pada Rabu ini.

"Potensi adanya penguatan pada hari ini perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.207 (resistance 1), RM2.218 (resistance 2), dan RM2.228 (resistance 3). Sementara potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan Support di kisaran harga RM2.162 (support 1), RM2.139 (support 2), dan RM2.127 (support 3)," ucapnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)