BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sejumlah warga Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) mengeluhkan pemadaman bergilir tidak sesuai dengan surat yang diedarkan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Pangkalan Bun.
Menurut Yayan (33), warga Mendawai, di daerahnya mengalami pemadaman aliran listrik selama 10 jam. Ini tidak sesuai dengan surat edaran pemadaman yang ditetapkan.
"Padahal surat edaranya hanya sampai Jam 14:00, tapi keyataannya lebih dari itu, saya pengusaha loundri terpaksa harus mencuci sendiri, karena alat seperti mesin cuci tidak bisa beroperasi dengan menggunakan genset," katanya, Minggu (29/7/2018).
Keluhan lain juga pada warga Pelingkau, Rini (34). Ia mengatakan banyak alat elektroniknya yang rusak saat listrik hidup kemudian padam mendadak, dan ini terus berulang.
"Televisi, game console play station, komputer rusak gara-gara lampu setelah hidup padam lagi," ungkapnya, seraya menandaskan bahwa listrik padam tidak sesuai surat yang diedarkan.
--page
Pemadaman listrik juga sangat merugikan para pengusaha kecil. Mereka harus menambah pengeluaran lebih untuk menghidupkan genset agar tetap bisa berusaha. (ANDRE/B-5)








