JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Minyak sawit mentah (CPO) berjangka pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup di level RM2.186, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah (Low) di RM2.183 serta harga tinggi (High) di RM2.210.

"CPO berjangka ditutup lebih rendah dibandingkan hari perdagangan sebelumnya karena ekspektasi output yang lebih tinggi memangkas reli yang telah mengangkat harga ke puncak dalam enam hari perdagangan terakhir," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya, Senin (30/7).

Harga acuan kontrak CPO untuk pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun sebesar 0,73% menjadi RM2.185 atau setara dengan US$538,18 per metrik ton pada akhir pekan lalu.

"Tampaknya pelaku pasar merealisasikan keuntungannya atau melakukan aksi taking profit, setelah harga acuan yang naik sebesar 2,3% dalam kurun waktu dua hari sebelumnya sempat mencapai level terendah sejak bulan September 2015," kata Arie.

Menurut dia, pelaku pasar tahu bahwa produksi akan meningkat, sementara tidak akan ada banyak peningkatan yang diharapkan pada sisi permintaan. Sementara ekspor CPO dari Indonesia selaku eksportir terbesar dunia naik sebesar 7,5% pada dari bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

--page

Kenaikan output CPO yang secara musiman dimulai pada kuartal ketiga tahun ini, ucapnya, umumnya akan menambah persediaan dan cenderung membebani harga, meskipun beberapa perkebunan mengatakan produksi musiman dapat berpotensi gagal memenuhi perkiraan.

Untuk perdagangan Senin (30/7/2018), pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.192. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada level RM2.197, sementara harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.204, dan harga rendah (Low) di RM2.186.

Arie mengatakan CPO naik pada sesi pertama perdagangan awal pekan ini, didukung oleh kurs mata uang Ringgit Malaysia yang melemah serta harga minyak mentah dunia yang sedang bergerak stabil. "Namun kenaikan tersebut akan dibatasi oleh ekspektasi adanya kenaikan produksi," imbuhnya.

"Potensi adanya penguatan pada hari ini perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.218 (resistance 1), RM2.228 (resistance 2), dan RM2.246 (resistance 3). Namun ada juga potensi pelemahan yang dapat terjadi dengan acuan Support di kisaran harga RM2.173 (support 1), RM2.185 (support 2), dan RM2.165 (support 3)," katanya.  (NEDELYA RAMADHANI/m)