Tradisi mapakanan sahur dan mamapas lewu yang merupakan ritual adat warisan leluhur Hindu Keharingan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengandung nilai-nilai budaya yang menarik sebagai daya tarik wisatawan.
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi menginginkan agar ada hotel yang dibangun di tepian Sungai Mentaya. Hal tersebut agar para pengunjung yang menginap bisa langsung menikmati salah satu objek wisata daerah ini.
Kegiatan mandi safar yang akan dilaksanakan Pemkab Kotawaringin Timur di Sampit pada 23 Oktober 2019 akan dirangkai dengan acara sunatan massal dan makan bubur asyura.
Legislator di DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong agar Taman Miniatur Budaya yang berlokasi di Jalan Karang Taruna, Sampit harus rutin dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah.
Pembangunan jalan itu juga sebagai upaya agar tempat wisata Rumah Betang Tumbang Gagu bisa lebih maksimal dan menjadi kunjungan para wisatawan dari luar daerah.
Guna melestarikan alat transportasi tradisional yang sering digunakan masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) pada zaman dulu, terutama yang tinggal di tepian sungai, panitia Festival Budaya Habaring Hurung menggelar lomba dayung di Sungai Mentaya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalimantan Tengah (Kalteng* menunjuk tim Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mewakili provinsi ini ikut even pertunjukan pariwisata internasional Jember Fashion Carnival (JFC).
- Kunjungan wisatawan asing ke Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) selama 2018 mencapai 2.991 orang. Jumlah ini diklaim mengalami peningkatan signifikan.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengusulkan Festival Budaya Habaring Hurung dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masuk dalan kalender even pariwisata nasional 2020.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Guntur Talajan memberi tanggapan soal Festival Budaya Habaring Hurung yang digelar Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim).
Festival Budaya Habaring Hurung digelar di Taman Kota Sampit, dengan dibuka secara resmi oleh Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi bersama Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah Guntur Talajan- Sabtu (9/3/2019) malam.
Pemkab Kotim terus gencar menjadikan daerah sebagai kota tujuan wisata. Upaya itu salah satunya dengan mengadakan sejumlah kegiatan budaya, yang bertujuan agar wisatawan semakin berminat datang ke daerah ini.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya meningkatan kunjungan wisatawan. Bahkan tahun ini, pihaknya memulai dengan sejumlah agenda budaya lokal dan eveo promosi produk lokal.
Objek wisata Ikon Kota Patung Jelawat di Sampit masih menjadi wisata andalan bagi masyarakat menikmati akhir pekannya. Tidak terkecuali Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi.
Air Terjun Merah Darah ini ternyata memiliki daya tarik tersendiri. Hal itu dibuktikan hingga hari keempat lebaran, masih banyak warga yang berdatangan ke objek wisata tersebut.
Guna menghidupkan kembali aktivitas dagang di Sungai Mentaya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pemerintah daerah berencana akan menyediakan kembali pasar trapung yang berada di dekat Ikon Kota Patung Jelawat.