Manager CSR CBI Group, Abdur Rohman, mengatakan bantuan tambahan tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap upaya penanganan karhutla, khususnya di kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting.
Dalam kejadian terbaru, orangutan jantan bernama Fajar ditemukan di kawasan hutan sekitar wilayah operasional SSMS. Satwa yang diperkirakan berusia sekitar 25 tahun dengan berat 71 kilogram itu kemudian menjalani pemeriksaan untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai.
GAPKI Kalteng mendorong klinik perusahaan sawit dimanfaatkan untuk mendukung program Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi pekerja dan masyarakat sekitar kebun.
Bantuan yang diserahkan di Pangkalan Bun, Senin, 12 Oktober 2026 tersebut meliputi BBM sebanyak 2.000 liter senilai Rp32,6 juta dan lima unit IBC tank senilai Rp5,6 juta.
CBI Group menyalurkan bantuan logistik Rp37,079 juta untuk mendukung personel penanganan karhutla di TNTP sebagai bagian dari total bantuan Rp376,029 juta.
Setelah keberadaannya diketahui, SSMS segera berkoordinasi dengan BKSDA untuk memastikan langkah penanganan dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan dan keahlian di bidang konservasi.
Orangutan jantan berusia sekitar 25 tahun itu dinyatakan sehat berdasarkan pemeriksaan fisik dan uji laboratorium sehingga dinilai dapat menjalani translokasi.
Dukungan tersebut dilakukan dengan menyasar dua sisi, yakni kebutuhan personel yang bertugas di pos lapangan terpadu serta perlindungan kesehatan masyarakat di tengah ancaman asap karhutla.
Penyaluran bantuan di Manggarai Timur merupakan bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan CBI Group, ARF dan Laznas Yakesma di sejumlah wilayah terdampak gempa bumi di NTT
Berdasarkan data yang digunakan dalam agenda distribusi, wilayah tersebut mencatat target sekitar 29.702 jiwa atau keluarga terdampak, dengan ibu kota kabupaten berada di Borong
Hal tersebut menjadi salah satu alasan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mendukung operasional Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) Hutan Kemasyarakatan (HKm) Masoraian.
Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian dipantau secara berkala. Pada 2024, tercatat sekitar 21 orangutan dan 82 jenis burung di kawasan seluas 3.006 hektare.